
Keunggulan Dan Kekurangan Jasa Import Door To Door
September 15, 2022
Import Barang Dari China Lebih Murah? Ini Dia 5 Alasannya
September 22, 2022
Pernahkah Anda membeli barang impor dalam jumlah banyak, lalu kaget saat melihat rincian biaya pengirimannya? Bagi Anda yang baru terjun ke dunia perdagangan internasional, istilah kubikasi mungkin terdengar sedikit teknis. Padahal, memahami kubikasi adalah salah satu kunci utama dalam menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar bisnis Anda tetap menguntungkan dan tidak jebol di ongkos kirim.
Lantas, apa sebenarnya kubikasi itu? Mengapa ekpedisi menggunakannya, dan bagaimana cara menghitungnya sendiri dengan akurat? Mari kita bahas santai satu per satu!
Apa Itu Kubikasi dalam Dunia Pengiriman Kargo?
Secara sederhana, kubikasi adalah metode yang digunakan oleh jasa ekspedisi atau kargo untuk menghitung volume ruang yang ditempati oleh barang kiriman Anda. Satuan yang paling sering digunakan dalam ekspedisi internasional adalah CBM atau Cubic Meter (Meter Kubik).
Mungkin Anda bertanya: “Kenapa sih tidak ditimbang pakai berat biasa saja?”
Jawabannya sederhana. Dalam dunia logistik, jenis barang itu sangat beragam:
- Barang Ringan tapi Makan Tempat: Contohnya kapas, bantal, atau boneka. Bobotnya mungkin hanya beberapa kilogram, tetapi memakan tempat setengah kontainer.
- Barang Kecil tapi Sangat Berat: Contohnya lempengan besi atau mesin industri. Ukurannya ringkas, tetapi bobotnya bisa berkuintal-kuintal.
Oleh karena itu, penyedia jasa kargo menerapkan dua acuan penagihan: berdasarkan berat aktual (actual weight) dan berat volume/kubikasi (volumetric weight). Pihak ekspedisi nantinya akan memilih nilai yang paling besar di antara keduanya untuk menentukan tarif pengiriman akhir. Fair, bukan?
Rumus Dasar Cara Menghitung Kubikasi (CBM)
Menghitung kubikasi barang sebenarnya tidak serumit rumus matematika di sekolah dulu. Prinsip dasarnya sederhana: Anda cukup mengalikan tiga dimensi fisik paket Anda, yaitu Panjang x Lebar x Tinggi.
1. Menghitung Kubikasi dengan Satuan Meter
Jika Anda sudah mengukur dimensi kargo menggunakan satuan meter, perhitungannya sangat langsung:
Rumus: Kubikasi (CBM) = Panjang (m) x Lebar (m) x Tinggi (m)
Contoh: Anda mengimpor peti kayu berukuran panjang 5 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 2 meter.
Maka perhitungannya: 5 x 3 x 2 = 30 CBM.
2. Menghitung Kubikasi dengan Satuan Sentimeter (cm)
Karena mayoritas pengukur kardus atau box menggunakan meteran sentimeter, Anda perlu membaginya dengan angka 1.000.000 untuk mengonversinya ke dalam CBM:
Rumus: Kubikasi (CBM) = (Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm)) / 1.000.000
Contoh: Kardus pakaian impor Anda memiliki dimensi 60 cm x 60 cm x 60 cm.
Maka perhitungannya: (60 x 60 x 60) / 1.000.000 = 216.000 / 1.000.000 = 0,216 CBM.
Perbedaan Perhitungan Kubikasi: Kargo Laut vs Kargo Udara
Setiap moda transportasi kargo memiliki karakteristik dan batas konversi pembagi yang berbeda. Yuk, cermati bedanya berikut ini agar Anda tidak salah menghitung anggaran!
1. Pengiriman Kargo Laut (Sea Freight)
Kargo laut adalah pilihan utama bagi pebisnis impor yang membawa barang dalam volume besar atau berat. Pada kargo laut, angka pembagi standar untuk menghitung berat volume adalah 4.000.
Rumus Berat Volume Laut: (Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm)) / 4.000
Simulasi Studi Kasus Kargo Laut:
Bayangkan Anda mengimpor mesin dengan spesifikasi berikut:
- Dimensi Paket: 60 cm x 60 cm x 60 cm
- Berat Asli (Ditimbang): 45 kg
Mari kita hitung berat volumenya:
Berat Volume = (60 x 60 x 60) / 4.000 = 54 kg
Hasil: Karena berat volume (54 kg) lebih besar daripada berat aslinya (45 kg), maka biaya kirim yang akan ditagihkan oleh ekspedisi dihitung berdasarkan 54 kg.
(Catatan: Jika berat asli barang ternyata 70 kg, maka tagihan akan memakai berat asli 70 kg karena nilainya lebih tinggi).
2. Pengiriman Kargo Udara (Air Freight)
Pengiriman lewat udara sangat cocok untuk barang-barang berharga tinggi, sampel produk, atau barang yang butuh sampai cepat (urgent). Pada kargo udara, angka pembagi standar yang digunakan adalah 6.000.
Rumus Berat Volume Udara: (Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm)) / 6.000
Simulasi Studi Kasus Kargo Udara:
Anda mengirimkan sampel aksesoris dengan spesifikasi:
- Dimensi Paket: 90 cm x 90 cm x 90 cm
- Berat Asli (Ditimbang): 125 kg
Mari kita hitung berat volumenya:
Berat Volume = (90 x 90 x 90) / 6.000 = 121,5 kg
Hasil: Pada kasus ini, berat asli (125 kg) ternyata lebih besar dibandingkan berat volume (121,5 kg). Oleh sebab itu, ekspedisi akan menghitung ongkos kirim berdasarkan berat asli (125 kg).
Mengapa Mengetahui Kubikasi Sangat Krusial Bagi Importir?
- Akurasi Perhitungan HPP: Anda bisa mengetahui persis beban biaya pengiriman per unit barang sebelum melakukan pembayaran ke supplier. Anda juga bisa mempelajari lebih jauh seputar pengurusan logistik di halaman layanan impor barang China FCL LCL.
- Efisiensi Packing: Anda bisa meminta supplier di China untuk memadatkan kemasan (packing) tanpa mengurangi keamanan barang demi menghemat CBM.
- Mencegah Biaya Tak Terduga: Tidak ada lagi cerita biaya pengiriman melambung tinggi karena Anda sudah mensimulasikannya sejak awal. Pelajari juga faktor biaya import dari China untuk estimasi modal yang lebih presisi.
Kesimpulan
Mengetahui cara menghitung kubikasi bukan cuma soal rumus angka, melainkan strategi dasar untuk menjaga margin keuntungan bisnis impor Anda. Baik lewat jalur laut maupun udara, pastikan Anda selalu mengukur dimensi kargo secara presisi sebelum barang diberangkatkan.
Jadi, sudah siap memulai bisnis importmu? Yuk, cek indochine.id untuk panduan lengkapnya. Hubungi Whatsapp kami di +62 811-8809-1967 untuk konsultasi langsung secara gratis!




