
Impor dari China Biar Gak Tertahan Bea Cukai
July 24, 2026
Buat kamu yang baru terjun atau mau level up di dunia impor, pasti sering banget nemu istilah FOB dan CIF pas lagi minta quotation atau nego sama supplier di luar negeri. Nah, jangan sampai kamu asal pilih cuma gara-gara harganya keliatan lebih murah ya! Salah pilih istilah pengiriman (Incoterms) ini bisa bikin biaya membengkak di jalan, atau malah pusing pas ada masalah di tengah laut. Biar gak bingung lagi, yuk kita bedah bedanya FOB dan CIF!
1. FOB (Free on Board): “Tanggung Jawabmu Cuma Sampe Barang Naik Kapal”
Bisa dibilang, FOB ini pilihan favorit mayoritas pebisnis impor yang udah mulai paham seluk-beluk logistik.
- Sederhananya: Supplier cuma bertanggung jawab ngurus barang dari pabrik mereka, ngurus dokumen ekspor di negara asal, sampai barang tersebut resmi dimuat ke atas kapal di pelabuhan asal (misal: Pelabuhan Shanghai).
- Begitu barang nengklok di atas kapal? Ting! Tanggung jawab, risiko, dan biaya langsung pindah ke bahu kamu sebagai pembeli.
- Biaya yang kamu tanggung: Ongkos kapal dari negara asal ke Indonesia (sea freight), asuransi pengiriman, plus semua biaya bongkar muat dan pajak/bea masuk pas barang nyampe di pelabuhan Indonesia.
Kelebihan FOB: Kamu pegang kendali penuh! Kamu bebas pilih ekspedisi atau freight forwarder langganan kamu sendiri, cari tarif pengiriman laut yang paling murah, dan atur jadwal sesuai keinginanmu.
2. CIF (Cost, Insurance, and Freight): “Paket Komplit, Tinggal Nunggu Barang Nyampe”
Kalau kamu pengen yang serba praktis dan gak mau pusing mikirin rantai pengiriman dari negara asal, CIF biasanya jadi opsi yang ditawarin supplier.
- Sederhananya: Harga yang kamu bayar ke supplier udah mencakup 3 hal: Cost (harga barang), Insurance (asuransi perjalanan), dan Freight (ongkos kirim kapal sampai pelabuhan tujuan kamu, misal: Tanjung Priok).
- Tanggung jawab supplier: Supplier yang bakal ngatur pemesanan kapal, bayar ongkos pengiriman laut, dan membelikan asuransi buat kargo kamu.
- Tanggung jawab kamu: Begitu kapal nyampe di pelabuhan tujuan (Indonesia), kamu tinggal ngurus biaya bongkar pelabuhan (THC/Local Charges), pajak/bea masuk, dan pengiriman darat ke gudang kamu.
Kelebihan CIF: Simpel banget buat pemula! Gak perlu repot cari ekspedisi internasional sendiri karena semua udah diurusin sama supplier dari sana. Info tambahan yang perlu kamu tahu ini, kalau di CIF, meskipun supplier yang bayarin asuransi dan ongkos kirim, risiko kerusakan/kehilangan barang di laut sebenarnya tetap berpindah ke kamu begitu barang masuk kapal. Makanya, penting banget memastikan polis asuransi dari supplier itu beneran valid!
Terus, Mending Pilih FOB Atau CIF Nih?
Gak ada yang benar atau salah, semua tergantung kebutuhan bisnis kamu saat ini:
- Pilih CIF kalau kamu masih pemula banget, baru impor skala kecil, atau gak punya relasi freight forwarder yang bisa diandalkan. Pokoknya mau terima beres aja dari supplier.
- Pilih FOB kalau kamu mau efisiensi biaya maksimal. Biasanya, supplier suka markup harga pengiriman kalau pakai CIF. Dengan FOB, kamu bisa nego langsung sama ekspedisi lokal buat dapet rate pengiriman terbaik dan transparansi biaya yang lebih jelas.
Tips Singkat Buat Pebisnis Impor:
- Selalu minta supplier ngasih dua opsi tawaran harga (quote FOB dan quote CIF) biar kamu bisa bandingkan harganya.
- Hitung total biaya sampai gudang (landed cost), bukan cuma liat harga murah di awal invoice.
- Jangan pernah skip asuransi pengiriman kargo laut, mau pilih FOB maupun CIF!
Semoga gak pusing lagi ya nentuin istilah pengiriman buat next order barang impor kamu!




